Makassar, 1 Mei 2026 – Sejumlah massa yang tergabung dalam Pengurus Barisan Oposisi Mahasiswa (BOM) Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, Jumat (1/5/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan terhadap aparat penegak hukum agar mengusut tuntas dugaan kasus korupsi pengadaan bibit nanas yang dinilai belum transparan.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.00 WITA itu berlangsung cukup progresif. Massa aksi tampak membakar ban bekas sebagai simbol kekecewaan terhadap lambatnya penanganan kasus korupsi di Sulawesi Selatan. Selain itu, mereka juga membentangkan spanduk berisi tuntutan serta mengibarkan bendera organisasi di bawah pengamanan aparat kepolisian.
Jenderal Lapangan (Jenlap) aksi, M. Yazir, dalam orasinya menantang Kepala Kejati Sulsel yang baru untuk menunjukkan komitmen dan integritas dalam penegakan hukum, khususnya dalam penanganan perkara tersebut. Ia menyoroti adanya dugaan keterlibatan oknum pejabat tinggi, termasuk mantan Ketua DPRD Provinsi.
“Kami atas nama Pengurus Barisan Oposisi Mahasiswa Sulawesi Selatan menantang Kejati Sulsel yang baru agar segera mengusut tuntas dugaan keterlibatan mantan Ketua DPRD Provinsi dalam kasus korupsi pengadaan bibit nanas,” tegas Yazir dari atas mobil komando.
Menurutnya, meskipun informasi yang beredar menyebutkan telah ada enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya menduga masih terdapat aktor lain yang belum tersentuh hukum. Ia juga mengkhawatirkan adanya praktik mafia hukum yang berpotensi melindungi pihak-pihak tertentu.
“Kami menduga kuat ada pihak yang sudah diperiksa namun belum ditetapkan sebagai tersangka, padahal alat bukti dinilai sudah mencukupi. Jangan pandang bulu, tegakkan supremasi hukum di Sulawesi Selatan,” lanjutnya.
Dalam aksi tersebut, BOM Sulsel membawa tiga tuntutan utama sebagaimana tercantum dalam surat pemberitahuan aksi bernomor 078/B/BOM/IV/2026, yakni:
Mendesak Kejati Sulsel mengusut tuntas dugaan korupsi proyek pengadaan bibit nanas.
Mendesak penetapan tersangka tambahan tanpa tebang pilih.
Menuntut penegakan supremasi hukum yang bersih dari intervensi.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di lokasi sambil menunggu perwakilan dari Kejati Sulsel untuk memberikan tanggapan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
Aksi berlangsung dalam keadaan terkendali dengan pengawasan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi demonstrasi.
Tim








