Makassar Apinusantara my Id— Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) Tahun 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan karya bakti dan ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD Walubi Sulsel, Henry Sumitomo, serta diikuti sekitar 70–80 peserta dari berbagai vihara, kelenteng, dan organisasi Buddhis di bawah naungan Walubi Sulawesi Selatan.
Dalam keterangannya, Henry Sumitomo menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang juga dilaksanakan secara serentak oleh umat Buddha di seluruh Indonesia sebagai bagian dari rangkaian perayaan Waisak.
“Pada 3 Mei ini, umat Buddha di seluruh Indonesia melaksanakan karya bakti dan ziarah ke taman makam pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa,” ujarnya.
Selain melakukan kerja bakti membersihkan area makam, rombongan juga melakukan perbaikan pada salah satu makam, yakni makam Tjong Keng sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap tokoh yang telah berjasa.kegiatan ini disebut telah dilaksanakan untuk ke tiga kalinya .
Henry menegaskan bahwa peringatan Waisak tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, cinta kasih, dan kepedulian sosial.
“Hari Waisak memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian penerangan sempurna, dan parinibbana. Nilai perjuangan beliau menjadi inspirasi bagi kita untuk tidak pernah menyerah dalam berbuat kebajikan,” jelasnya.
Ia juga mengajak umat Buddha untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif sesuai bidang masing-masing, serta memperbanyak kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional “Vesakha Sananda” yang dicanangkan oleh Kementerian Agama, yaitu rangkaian kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan selama satu bulan penuh, mulai 1 Mei hingga puncak perayaan Waisak pada 31 Mei 2026.
Wakil Ketua III DPD Walubi Sulsel, Miguel Dharmadjie, S.T., CPS®, CCDd®, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan dan semangat kebangsaan.
“Melalui semangat Tri Suci Waisak, kita diajak untuk menebarkan cinta kasih dan melakukan kebajikan sekecil apa pun, karena setiap perbuatan baik akan membawa kebahagiaan,” ungkapnya.
Pembimas Buddha Provinsi Sulawesi Selatan, Sumarjo, S.Ag., M.M., juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan dukungan pemerintah terhadap berbagai kegiatan keagamaan yang berdampak positif bagi masyarakat
.“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan penghormatan kepada para pahlawan.Pemerintah tentu mendukung penuh kegiatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, umat Buddha di Sulawesi Selatan diharapkan semakin memperkuat nilai toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial, serta menjadikan momentum Waisak sebagai landasan untuk terus berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Penulis Jumriati Editor media apinusantara my Id








