Home / daerah / Hukum Dan Kriminal / Nasional / Pemerintahan

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:27 WIB

Bimtek Deteksi Dini Konflik Sosial Digelar di Hotel Vasaka Makassar, Perkuat Peran Aparatur dan Masyarakat

Kabiro Kota Makassar

Makassar, 5 Mei 2026 — Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemahaman Sistem Deteksi Dini Tahun Anggaran 2026 dengan tema “Optimalisasi Deteksi Dini guna Mengantisipasi Potensi Konflik di Kota Makassar”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Vasaka Makassar, Rabu (5/5/2026).

Bimtek tersebut Di hadiri  Langsung oleh Kesbangpol kota Makassar Dr. Ir. H. Fathur Rahim, ST., MT. bersama Drs. Muh. Djamaluddin Maulana, M.Si. yang menjabat sebagai Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik  Kesbangpol Kota Makassar. Kegiatan ini turut dihadiri Oleh staff ahli 1 H.Ahmad Namsum S,Ag MM, perwakilan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat, termasuk RT dan RW dari berbagai wilayah.

Dalam pelaksanaannya, Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah dan elemen masyarakat dalam mendeteksi, mencegah, serta menangani potensi konflik sosial secara cepat, sistematis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Salah satu fokus utama adalah pemanfaatan teknologi melalui Sistem Informasi Potensi Konflik Sosial (SIPKS), yang digunakan oleh tim terpadu untuk memetakan dan mengantisipasi potensi konflik sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Baca Juga :  Pastikan Malam Takbir Aman, Kapolres Lebak Pimpin Langsung Patroli R2

Deteksi dini menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman, tenteram, dan kondusif. Setiap aktivitas harus diawali dengan pemetaan situasi agar potensi gangguan dapat diantisipasi sejak awal,” ungkap salah satu narasumber dalam sesi diskusi. Peserta Bimtek juga diberikan pemahaman terkait pentingnya verifikasi informasi guna menghindari penyebaran hoaks yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat. Dalam hal ini, peran tokoh masyarakat, RT, dan RW dinilai strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas lingkungan.

Kegiatan ini turut melibatkan unsur TNI-Polri, termasuk perwakilan dari Brimob, serta berbagai narasumber lainnya yang memberikan perspektif terkait keamanan, ketertiban, dan dinamika sosial di masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula apresiasi terhadap meningkatnya tingkat toleransi dan kesadaran masyarakat di Kota Makassar. Berdasarkan evaluasi terbaru, Kota Makassar menunjukkan peningkatan signifikan dalam indeks kota toleran, yang kini berhasil masuk dalam 10 besar secara nasional.

Baca Juga :  Diduga di Jerat Lehernya Oleh Mantan Suami,Seorang Wanita Muda Tewas

“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat. Kesadaran dalam menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah,” ujar perwakilan pemerintah kota.

Bimtek ini juga menjadi ruang diskusi terbuka bagi para peserta untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di wilayah masing-masing, khususnya di tingkat kecamatan. Pendekatan berbasis wilayah dinilai efektif karena setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi kerawanan yang berbeda.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh kecamatan di Kota Makassar guna memperkuat sistem deteksi dini berbasis masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kota Makassar.

Penulis Jumriati Editor media apinusantara my Id

\ Get the latest news /

Share :

Baca Juga

daerah

Ciptakan Rasa Aman, Satgas Ops Liong 2024 Polda Kalbar Lakukan Patroli di Kelenteng dan Vihara

Hukum Dan Kriminal

Distributor Miras Ilegal Diduga Tak Bayar Pajak Minuman Kasatpol PP Jakarta Barat Dan Polsek Kalideres Tutup Mata

daerah

Klarifikasi Pangaraga Adat Pontianak: Hukum Adat Bukan Premanisme

Hukum Dan Kriminal

Wujudkan Keamanan di Destinasi Wisata, Polsek Bantimurung Gelar Patroli dan Berikan Imbauan kepada Pengunjung

daerah

Kapolda Sulsel Beri Arahan Strategis Saat Apel Bersama Personel Polres Pangkep*

daerah

Usai Kunjungan Kerja di Polsek Camba, Kapolres Maros Lanjut ke Polsek Mallawa

daerah

Polisi Klarifikasi Isu PETI di Melawi: “Informasi Belum Terverifikasi, Jangan Buat Resah

Nasional

Penimbunan Bbm Bersubsidi Jenis Solar dikabupaten Bandung Atas Seringnya Terlihat Keluar Masuk Truk Jenis Box
PAGE TOP