Home / daerah

Jumat, 27 Juni 2025 - 23:11 WIB

Mahasiswa Desak Polda Ungkap dan Tangkap Sosok AS

Guproni

Apinusantara.com- PONTIANAK- Aliansi Mahasiswa Pemuda Pelindung Borneo meminta Polda Kalbar mengungkap cukong emas ilegal di Kalbar dan segera menangkap sosok AS karena diduga sebagai pemodal utama pertambangan emas ilegal yang menyebar hampir di semua wilayah Kalimantan Barat.

Aliansi Mahasiswa Pemuda Pelindung Borneo ini menggelar aksi penyampaian point-point tuntutan ke Polda Kalbar dan Pemprov Kalbar,Kamis (26/6) kemarin.

Dalam rilis yang diterima , dari kajian terbaru Aliansi Mahasiswa Pemuda Pelindung Borneo akibat ulah mafia tambang berinisial AS dibawah koordinasinya, PETI di Kalbar bukan lagi aktivitas ilegal skala kecil, melainkan jaringan teroganisir yang melibatkan pemodal besar, sistem perlindungan berlapis dan diduga banyak melibatkan oknum aparat.

Akibatnya kerugian negara mencapai triliunan rupiah, sementara mirisnya kerusakan ekologis dan sosial semakin meluas. Mulai dari pencemaran Sungai Kapuas, deforestrasi, hilangnya satwa endemik hingga kriminalisasi masyarakat.

Baca Juga :  Aksi Damai Mahasiswa dan Masyarakat Kalbar Disambut Forkopimda, Aspirasi Akan Dikawal ke Pusat

Aliansi Mahasiswa Plindung Borneo dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menuntut kepada Pemda Kalbar dan aparat hukum menindak tegas pemodal, pelaku dan beking PETI termasuk oknum di lingkungan birokrasi dan aparat penegak hukum.

Mahasiswa juga meminta dan berharap polisi segera mengungkap, menangkap dan membawa inisial AS ke meja hijau karna santer disebut publik sebagai pemodal utama tambang ilegal di Kalbar, jangan biarkan aktor besar kebal hukum sementara masyarakat kecil di kriminalisasi, polisi diminta untuk mempublikasi kasus PETI secara terbuka dan bentuk tim pemantau independen.

Baca Juga :  Anjangsana Hari Bhayangkara ke-79, Polda Kalbar Berikan Dukungan dan Tali Asih kepada Anggota Polri dan Keluarga yang Sedang Dirawat

Mahasiswa aliansi ini juga meminta mewajibkan seluruh perusahaan tambang melakukan reklamasi dan restorasi lahan serta kenakan sanksi berat bagi yang mangkir.

Pemerintah dan aparat penegak hukum tidak boleh terus membiarkan pelaku dan pemodal besar melenggang bebas sementara rakyat kecil dijadikan kambing hitam. Situasi ini menunjukan wajah timpang penegakan hukum di Kalbar, “kami menyerukan masyarakat luas untuk tetap kritis, bersatu dan mengawasi isu ini agar tambang ilegal tidak terus menjadi alat perampokan sumber daya dan perusak ruang hidup rakyat Kalbar” tutup korlap aliansi mahasiswa Pemuda Pelindung Borneo.

Sumber : Aliansi Mahasiswa Pemuda Pelindung Borneo.

\ Get the latest news /

Share :

Baca Juga

daerah

Terbongkar! Gudang Tertutup di Singkawang Diduga Timbun BBM Subsidi Solar

daerah

Sekda Singkawang Ditahan: Dugaan Korupsi Keringanan Retribusi Rugikan Negara Rp3,1 Miliar

daerah

PEMUDA PANCASILA PAC KEC MAJA GELAR SANTUNAN YATIM PIATU,BUKA PUASA BERSAMA DAN BERBAGI TAKJIL KEPADA MASYARAKAT

daerah

KORBAN DUA ANAK KECIL YANG HANYUT DI SUNGAI CISIMET SATU SUDAH DI TEMUKAN DENGAN KEADAAN SUDAH MENINGGAL DUNIA

daerah

Pelaku Penggelapan Mobil Mitsubishi Xpander Gak Berkutik Saat di Cekok Polisi

daerah

Kasus “Qubu Resot” Flora Tuntut Keadilan, Vonis Dinilai Tak Sesuai Fakta Persidangan

daerah

Momen Idul Adha : Kapolda Kalbar Serahkan 192 Hewan Qurban

daerah

Sekda Gowa Pimpin Pembukaan Pasar Pangan 2026, Kabagops Polres Gowa Hadir Wakili Kapolres
PAGE TOP