Makassar, 16 April 2026 – Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Provinsi Sulawesi Selatan masa bakti 2026–2030 resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari pengurus pusat ORADO, perwakilan KONI Sulawesi Selatan, jajaran pemerintah daerah, hingga para atlet dan pegiat olahraga domino dari berbagai kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya kepengurusan ORADO Sulsel. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar siap mendukung pengembangan olahraga domino sebagai bagian dari pembinaan olahraga prestasi di daerah.
“
Munafri menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap kompetisi. Ia mengingatkan agar turnamen tidak hanya menjadi ajang bagi pengurus, tetapi benar-benar memberi ruang bagi masyarakat untuk berprestasi.
“Jangan sampai pengurusnya yang terus jadi juara. Berikan kesempatan kepada masyarakat agar lahir atlet-atlet baru yang berprestasi,” tegasnya.
Menurutnya, olahraga domino bukan sekadar permainan, tetapi juga membutuhkan kemampuan berpikir strategis, daya nalar, serta kondisi fisik yang prima. Oleh karena itu, ia mendorong pembinaan atlet dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kabid Teknik dan Wasit ORADO yang mewakili Ketua Umum PB ORADO, Isra Prasetya Idris, menjelaskan bahwa ORADO dibangun dengan sistem yang terstruktur dan profesional. Ia menyebutkan bahwa sebelum menggelar kompetisi, pihaknya lebih dahulu menyusun aturan baku permainan yang disebut The Law of Domino 101, termasuk pedoman umum dan kode etik
.“Kami tidak terburu-buru membuat turnamen. Yang kami bangun pertama adalah sistem, aturan, serta perangkat pertandingan yang lengkap. Ini penting agar olahraga domino benar-benar profesional,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dalam olahraga domino tidak boleh ada praktik kecurangan, termasuk penggunaan kode antar pemain.
“Kecurangan bukan bagian dari strategi, tetapi pelanggaran serius. Jika ditemukan, pemain akan langsung didiskualifikasi,” tegasnya.
Isra menambahkan, saat ini ORADO telah melakukan pembinaan di lebih dari 50 persen provinsi di Indonesia dan akan segera menggelar Kejuaraan Nasional pada 24–26 April 2026.
Di sisi lain, Ketua Umum Pengprov ORADO Sulsel, Firman Zulkadry, menjelaskan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari tahapan organisasi untuk mendapatkan pengakuan resmi sebagai cabang olahraga di bawah KONI.
“Ini adalah bagian dari proses legalitas organisasi, mulai dari pembentukan struktur, penyediaan wasit, hingga pelaksanaan kejuaraan berjenjang,” ungkapnya.
Ia menyebutkan bahwa olahraga domino memiliki potensi besar karena sudah dikenal luas oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia. ORADO sendiri mengusung sistem permainan Domino 101, yang mengakomodasi berbagai gaya permainan dari seluruh Indonesia.
Firman juga mengungkapkan bahwa seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan telah membentuk kepengurusan dan mengirimkan atlet untuk mengikuti kejuaraan tingkat provinsi, baik kategori junior maupun senior.
“Kami optimistis Sulawesi Selatan mampu melahirkan atlet-atlet domino berprestasi yang bisa bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan ORADO Sulsel dapat menjadi motor penggerak pengembangan olahraga domino yang profesional, berintegritas, dan mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.
Penulis jumriati.








