Home / Uncategorized

Senin, 14 Juli 2025 - 17:56 WIB

Bitcoin Sentuh $122.000 USD, Rekor Baru dalam Sejarah

Admin

Jakarta, 14 Juli 2025 – Dalam seminggu terakhir pasar aset kripto melambung drastis, menempatkan Bitcoin (BTC) yang merupakan pelopor aset kripto menguat ke angka $122.000 USD atau naik sekitar 12.31% dalam 7 hari terakhir.

Pegerakan ini, diikuti oleh aset-aset diversifikasi lain seperti Ethereum (ETH) naik hingga 18,07%, XRP (XRP) 30,93%, dan Core (CORE) 13,67%, berdasarkan tingkat kapitalisasi pasar pada 14 Juli 2025.

Tercatat, kenaikan harga yang signifikan ini didukung oleh beberapa faktor, diantaranya adalah meningkatnya permintaan investor institusional terhadap ETF spot, dan BTC. Hal ini, didukung dengan data dari BitcoinTreasuries, yang menunjukkan bahwa saat ini ada 265 perusahaan publik global yang menyimpan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan keuangan mereka.

Selain itu, perkembangan regulasi yang lebih jelas di Amerika Serikat memberikan sentimen positif, terkait pembahasan RUU seperti The Genius Act yang akan mengatur stablecoin. Meskipun tidak secara langsung mengatur aset Bitcoin, pembahasan ini dipandang sebagai langkah maju yang memberikan legitimasi lebih lanjut bagi industri aset digital secara keseluruhan.

Ekspektasi penurunan suku bunga di paruh kedua tahun ini juga menjadi pemicu kenaikan harga Bitcoin. Sebab, suku bunga rendah cenderung mendorong investasi ke aset-aset berisiko tinggi seperti aset kripto, karena biaya pinjaman yang lebih rendah dan potensi inflasi yang lebih tinggi.

Baca Juga :  1xBet ресми веб-журнал: мобильді вариация, сондай-ақ маңызды басқа 1x ресми журналы

Bersamaan dengan menguatnya nilai BTC sebagai salah satu tonggak utama dalam pasar aset kripto, aset-aset alternatif lain turut menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan, bahkan tidak jarang melampaui performa BTC, itu sendiri.

Satu di antaranya adalah CORE, aset kripto yang merupakan native token dari jaringan CORE atau blockchain layer-1. Aset ini mencatat kenaikan hingga 46.68% dalam 24 jam terakhir, berdasarkan tingkat kapitalisasi pasar. Angka tersebut, membuktikan potensinya sebagai aset kripto alternatif yang menawarkan solusi unik, dan kompatibel.

CORE menarik perhatian dengan kemampuan Ethereum Virtual Machine (EVM), yang memungkinkan pengembang untuk membangun dan menjalankan smart contract serta aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang sebelumnya berada di ekosistem Ethereum.

Selain itu, keunikan Core terletak pada mekanisme konsensus yang disebut Satoshi Plus. Sistem ini dirancang untuk menggabungkan dua kekuatan utama keamanan fundamental dari jaringan penambangan Bitcoin yang terdesentralisasi, serta kecepatan dan efisiensi dari Delegated Proof-of-Stake (DPoS).

Baca Juga :  Jelang Buka Puasa, Satlantas Polres Gowa Bagikan Helm Gratis dan Edukasi Keselamatan Berkendara Ke pengguna jalan

Ini memungkinkan Core untuk memanfaatkan keamanan Bitcoin yang telah teruji sambil tetap menawarkan skalabilitas tinggi untuk aplikasi modern.

Melihat hal ini, Bittime, platform crypto exchange yang resmi dan berlisensi di Indonesia, menunjukkan komitmennya yang rencananya akan menghadirkan CORE di platform nya, pada 16 Juli mendatang.

Bittime percaya, bahwa sebagai platform resmi dan berlisensi, penting untuk dapat menghadirkan pengalaman transaksi dengan mudah dan menyenangkan. Namun tentu sangat penting untuk memahami cara kerja industri aset kripto, latar belakang aset, toleransi risiko, hingga strategi investasi yang sesuai sebelum bertransaksi

Memilih aset-aset yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan euforia pasar. Seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.

\ Get the latest news /

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Bitcoin ke $138K? Prediksi Ini Bikin Investor Siap-Siap Untung Besar!

Uncategorized

Maksimalkan Layanan Bisnis dengan WhatsApp API & Chatbot AI

Uncategorized

BSI Maslahat Hadirkan Layanan Konsultasi Ziswaf & Pendaftaran BSI Scholarship di BSI International Expo 2025, JCC

Uncategorized

Mengenal Pasangan Mata Uang Forex: Dari Karakteristik Pasar hingga GBP/USD

Uncategorized

Bagaimana RLUSD Membantu XRP Menjadi Pemain Utama di 2025

Uncategorized

Shopvaganza 2024, Masih Ada Waktu! Kumpulkan Kupon dan Menangkan Liburan ke Kanada

Uncategorized

Kakanwil Kemenag Sulsel dan Dirbinmas Polda Sulsel Perkuat Sinergi Pembinaan Keagamaan dan Keamanan Sosial Makassar, Senin 20 Oktober 2025 — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi dari Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulsel, KBP Anang Triarsono, S.I.K., M.Si., di Kantor Wilayah Kemenag Sulsel. Pertemuan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat kerja sama antara Kemenag Sulsel dan Polda Sulsel dalam bidang pembinaan keagamaan, deteksi dini potensi kerawanan sosial, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat. Dirbinmas Polda Sulsel hadir bersama jajaran Ditbinmas, yaitu IPDA Hilal, Ahmad, Fachry Imam, Muh. Rafli, dan Abd. Rahmat. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, didampingi Kabid Urais Kanwil Kemenag Sulsel, H. Abdul Gaffar, serta Ketua Tim Kerja Bina Lembaga dan Kerukunan Umat Beragama (KUB), H. Mallingkai Ilyas. Dalam sesi diskusi, Kakanwil H. Ali Yafid menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga kerukunan dan keamanan sosial. Ia menyampaikan bahwa jaringan penyuluh agama Kemenag di seluruh kecamatan dapat menjadi mitra strategis bagi kepolisian dalam memperkuat pembinaan umat di tingkat akar rumput. > “Kami memiliki penyuluh di setiap kecamatan yang aktif melakukan pembinaan masyarakat. Mereka juga berkoordinasi dengan aparat keamanan dalam mendeteksi dan meredam potensi gesekan sosial. Prinsipnya, pembinaan keagamaan dan keamanan sosial harus berjalan seiring,” ujar H. Ali Yafid. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kemenag Sulsel terus berkomitmen memastikan seluruh kegiatan keagamaan di masyarakat berjalan sejalan dengan semangat moderasi beragama, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan. Sementara itu, KBP Anang Triarsono menyampaikan bahwa Polri, melalui Ditbinmas, terus memperkuat pendekatan pemolisian masyarakat (community policing) dengan melibatkan tokoh agama dan penyuluh sebagai mitra pembinaan. > “Kami di kepolisian berfokus pada langkah preventif. Pendekatan humanis dan pembinaan masyarakat menjadi kunci agar potensi gangguan bisa dicegah sebelum berkembang. Karena itu, kami sangat terbuka untuk memperluas kerja sama dengan Kemenag,” jelas Dirbinmas Polda Sulsel. Ia juga menambahkan bahwa Polda Sulsel tengah mengembangkan sistem deteksi dini berbasis kolaborasi lintas sektor, yang memungkinkan aparat di lapangan berkoordinasi langsung dengan tokoh agama, penyuluh, dan perangkat desa dalam mengantisipasi potensi kerawanan sosial. Dalam kesempatan tersebut, Kabid Urais Kemenag Sulsel, H. Abdul Gaffar, menekankan bahwa sinergi dengan aparat kepolisian merupakan bagian penting dari strategi pembinaan keagamaan yang berimbang dan berwawasan kebangsaan. > “Kami memastikan setiap lembaga dan kegiatan keagamaan berjalan sesuai prinsip moderasi beragama. Kemenag bersama Polri terus menjaga agar pembinaan masyarakat berlangsung kondusif dan sejalan dengan nilai-nilai toleransi,” ujarnya. Sementara H. Mallingkai Ilyas, Ketua Tim Kerja KUB Kanwil Kemenag Sulsel, menambahkan bahwa koordinasi juga dilakukan bersama Densus 88, khususnya dalam aspek pencegahan dini dan peningkatan literasi keagamaan masyarakat. > “Kita juga sudah bekerja sama dengan Densus 88 agar masyarakat memiliki pemahaman yang kuat tentang bahaya ideologi kekerasan dan mampu menolaknya sejak awal,” terangnya. Ia menegaskan bahwa peran forum-forum kerukunan umat beragama (FKUB) akan terus diperkuat sebagai wadah dialog lintas iman dan sarana komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Pertemuan ditutup dengan kesepahaman untuk memperkuat koordinasi, berbagi informasi, serta meningkatkan kolaborasi di lapangan antara penyuluh agama, aparat kepolisian, dan tokoh masyarakat dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta kerukunan umat di Sulawesi Selatan. (Kemenag Sulsel / 2025)

Uncategorized

PLN dan KAI Tandatangani Nota Kesepahaman Elektrifikasi Jalur Kereta Api: Dorong Transportasi Rendah Emisi di Indonesia
PAGE TOP