Home / Nasional

Minggu, 31 Agustus 2025 - 20:29 WIB

Pengamat: Rakyat Butuh Negara Melindungi, Bukan Menindas

Guproni

apinusantara.com – Pontianak, Kalimantan Barat, Situasi sosial-politik di Indonesia kembali menghangat. Gelombang ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah terus meluas, dipicu rasa ketidakadilan yang dinilai kian mendalam. Kondisi ini, menurut para pengamat, menjadi pemantik utama munculnya gerakan rakyat menuntut perubahan.

Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Herman Hofi Munawar, menegaskan bahwa keresahan tersebut bukan sekadar fenomena spontan, melainkan akumulasi kekecewaan panjang atas kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil.

“Janji-janji para pemimpin negeri saat kampanye terasa hampa. Harapan perubahan hanya sebatas angan-angan. Rakyat melihat DPR, DPRD hingga DPD RI tidak lagi berfungsi sebagai pembela kepentingan masyarakat,” ujar Herman, Minggu (31/8/2025).

Ia menilai, banyak persoalan hukum yang menyangkut kepentingan masyarakat justru diabaikan. Aparat penegak hukum pun kerap dituding lebih condong membela kepentingan pemilik modal dibandingkan masyarakat kecil.

Baca Juga :  KOKAPURA Minta Perlindungan Presiden: Tolak Pemaksaan Usaha di Bandara Ngurah Rai

“Tanah yang seharusnya menjadi sumber kehidupan rakyat, dirampas perusahaan-perusahaan besar dengan dukungan kebijakan elit. Ironisnya, hukum justru tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Rakyat dikriminalisasi, sementara korporasi semakin berkuasa,” tegas Herman.

Situasi ini, lanjutnya, menciptakan jurang lebar antara penguasa dengan rakyat. Ketidakadilan sistemik telah meresap ke dalam sendi kehidupan masyarakat, sehingga kemarahan rakyat semakin sulit terbendung dan tumpah melalui aksi-aksi protes.

Meski demikian, Herman menekankan perlunya solusi damai. Ia menyerukan penghentian kekerasan dan membuka ruang dialog yang tulus serta konstruktif.

“Rakyat membutuhkan negara yang melindungi, bukan menindas. Aparat juga butuh kepercayaan rakyat. Karena itu, stop kekerasan, dan buka ruang dialog untuk mendengar keluhan rakyat. Hanya dengan begitu Kalimantan Barat bisa kembali damai,” katanya.

Baca Juga :  Halal Bihalal Keluarga Besar Haji Ali (Kalosi) di Makassar Berlangsung Penuh Kekeluargaan

Selain itu, Herman menyoroti kinerja Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar yang dinilai tidak responsif. Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh agar Forkopimda benar-benar hadir sebagai wadah penyelesaian masalah rakyat, bukan sekadar forum seremonial.

“Sudahi pertemuan-pertemuan seremonial yang tidak bermakna. Forkopimda harus melahirkan solusi nyata. Kalbar harus kembali menjadi rumah yang aman, nyaman, dan adil bagi seluruh warganya,” tutup Herman.

Penulis: Jono Aktivis98

\ Get the latest news /

Share :

Baca Juga

Nasional

Wujud Polisi untuk Masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Tanralili Bangun TPA di Kampung Tangaya Maros

Hukum Dan Kriminal

Menjelang Ramadan, Kapolres Takalar Ingatkan Bahaya Balap Liar dan Kenakalan Remaja

Hukum Dan Kriminal

Polres Gowa Optimalkan Layanan Kepolisian, Masyarakat Diimbau Hubungi Call Center 110 Saat Melihat Tindak Kriminal

Hukum Dan Kriminal

SIP Angkatan 55 Resimen Desaka Dhira Pradhipa Polda Sulsel Laksanakan Bakti Sosial di Panti Asuhan An-Nashar Makassar*

Hukum Dan Kriminal

Penindakan Lalu Lintas Berbasis ETLE di Sulsel Capai 91 Persen, Ditlantas Tekankan Pemerataan di Daerah

Nasional

Presiden Prabowo Resmikan Flyover Madukoro dan Hadiri Apel Kasatwil Polri 2024 di Semarang

Nasional

KEPASTIAN HUKUM PENINJAUAN KEMBALI DALAM PUTUSAN HUKUM PIDANA

Nasional

Blue Light Akhir Pekan, Patroli Perintis Presisi Takalar Tertibkan Kerumunan Pemuda
PAGE TOP