Makassar, 27 Oktober 2025 — Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) secara resmi membuka Persidangan Sinode Raya (PSR) ke-XXII tahun 2025 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan berskala nasional ini berlangsung selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Oktober 2025, dan menjadi momentum penting bagi GPIB dalam menetapkan arah dan strategi pelayanan di era digital yang terus berkembang.
Persidangan kali ini mengusung tema besar:
“Memperteguh Panggilan dan Pengutusan Gereja secara Intergenerasional dengan Mendayagunakan Teknologi Digital untuk Mewujudkan Kasih Allah dalam Seluruh Ciptaan.”
Tema tersebut menegaskan komitmen GPIB untuk menjawab tantangan zaman dengan memperkuat pelayanan lintas generasi, mengintegrasikan teknologi dalam karya pelayanan, dan menghadirkan kasih Allah dalam seluruh aspek kehidupan serta ciptaan.
Ibadah pembukaan Persidangan Sinode Raya dipimpin oleh Ketua Umum Majelis Sinode GPIB periode 2021–2025, Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si.
Sementara itu, pembukaan resmi dilakukan oleh Menteri Agama Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd.
Dalam sambutannya, Dr. Jeane Tulung menyampaikan apresiasi terhadap kiprah GPIB dalam membangun kehidupan bergereja yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan bagi kemanusiaan. Ia juga menekankan pentingnya peran gereja dalam merawat persaudaraan dan kebinekaan di tengah masyarakat majemuk Indonesia.
PSR ke-22 ini diikuti oleh sekitar 900 peserta yang datang dari 26 provinsi tempat GPIB melayani. Para peserta terdiri atas pendeta, penatua, diaken, dan utusan jemaat dari seluruh wilayah pelayanan GPIB.
Selama lima hari, para peserta akan membahas berbagai agenda strategis, antara lain:
- Laporan Pertanggungjawaban Majelis Sinode GPIB periode 2021–2025
- Evaluasi dan pembaruan arah pelayanan sinodal dan jemaat
- Penyusunan perangkat teologi dan tata gereja yang relevan dengan perkembangan zaman
- Penguatan tata kelola gereja dan pengembangan pelayanan berkelanjutan
- Peningkatan kemitraan lintas iman dan komunitas untuk memperkokoh persatuan dan kebinekaan bangsa.
Selain kegiatan persidangan utama, rangkaian PSR ke-22 juga meliputi sejumlah agenda pendukung, antara lain penanaman pohon tabebuya di beberapa titik di Kota Makassar sebagai simbol komitmen terhadap kelestarian ciptaan, serta perjumpaan lintas iman yang memperkuat semangat dialog dan kerja sama antarumat beragama.
Acara pembukaan yang berlangsung di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk perwakilan pemerintah pusat dan daerah, pemimpin lembaga keagamaan, mitra ekumenis, serta komunitas lokal. Kehadiran mereka menjadi wujud nyata dukungan terhadap peran GPIB dalam memperkuat kehidupan berbangsa dan beragama di Indonesia.
Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) merupakan gereja Protestan beraliran Reformed yang memiliki pelayanan di berbagai wilayah Indonesia. GPIB berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan yang holistik — mencakup ibadah, kesaksian, dan diakonia — serta aktif dalam dialog dan kerja sama lintas komunitas demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
Dengan terselenggaranya Persidangan Sinode Raya ke-22 ini, GPIB menegaskan tekadnya untuk memasuki era baru pelayanan gereja yang berlandaskan kasih, inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan senantiasa merawat kebinekaan dalam bingkai persaudaraan nasional.
Editor, Media Apinusantara com.
