Makassar — Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan dialog dan sosialisasi Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Nomor 106 Tahun 2026 tentang Vesakha Sananda 2570 BE. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 17 April 2026, di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur organisasi dan lembaga keagamaan Buddha di Sulawesi Selatan, antara lain WALUBI Sulsel, Permabudhi Sulsel, Gemabudhi Sulsel, perwakilan vihara dan cetiya, serta majelis-majelis keagamaan Buddha.
Dialog dan sosialisasi ini bertujuan menyampaikan arah kebijakan serta program kegiatan Vesakha Sananda 2570 BE yang telah ditetapkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, baik di tingkat nasional maupun daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan guna menyukseskan rangkaian perayaan Waisak.
Dalam pemaparannya, pihak Bimas Buddha menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Vesakha Sananda 2570 BE terbagi dalam tiga kategori utama. Pertama, kegiatan berorientasi Dhamma, seperti pujabakti, sebulan penghayatan Dhamma, Dhammasakacca, serta pelaksanaan Uposatha (Atthasila).
Kedua, kegiatan sosial yang meliputi donor darah, bakti kesehatan, dan kegiatan di Taman Makam Pahlawan (TMP). Ketiga, kegiatan bernuansa kebangsaan, seperti Hening Nusantara, Sannipata Waisak, dan Indonesia for World Peace.
Wakil Ketua I WALUBI Sulawesi Selatan, Roy, menyampaikan bahwa pihaknya siap berpartisipasi aktif dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan, WALUBI Sulsel juga merencanakan pelaksanaan Festival Waisak yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Sementara itu, Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan, Yonggris, menegaskan komitmen organisasinya untuk berkolaborasi dan mendukung seluruh program yang telah dirancang oleh Bimas Buddha. Permabudhi Sulsel, kata dia, juga akan menggelar kegiatan doa kebangsaan serta Open House Waisak pada Mei 2026.
Dalam arahannya, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan umat Buddha.
“Kegiatan ini bukan hanya sosialisasi program, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk menyatukan langkah dan memperkuat kebersamaan. Kami berharap seluruh elemen umat Buddha di Sulawesi Selatan dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan rangkaian Vesakha Sananda 2570 BE,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perayaan Waisak hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan penghayatan Dhamma serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun koordinasi yang solid serta komitmen bersama antar seluruh elemen umat Buddha, sehingga perayaan Waisak 2570 BE dapat berjalan dengan lancar, khidmat, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Jumriati







