Makassar, April 2026 — Komisi Pemilihan Umum Kota Makassar menggelar kegiatan “KPU Mengajar” di SMK Negeri 3 Makassar sebagai upaya memberikan edukasi politik dan demokrasi sejak dini kepada pemilih pemula menjelang Pemilu 2029. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rapat Lantai 2 dan diikuti oleh siswa dari seluruh jurusan.
Kepala SMK Negeri 3 Makassar yang berhalangan hadir diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri (Wakasek Hubin), Mappa. Turut hadir Wakasek Kurikulum Agustiah, Ketua Program Keahlian TKR Hamsir Ardiansyah, serta jajaran KPU Kota Makassar yang dipimpin oleh Ketua Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Muhammad Abdi Goncing.
Dalam sambutannya, Mappa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan “KPU Mengajar” sangat strategis dalam membekali siswa dengan pemahaman demokrasi sejak dini, khususnya bagi mereka yang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.
“Program KPU Mengajar ini sangat positif karena memberikan pemahaman sejak dini kepada siswa tentang pentingnya demokrasi dan partisipasi dalam pemilu. Dengan sosialisasi jauh sebelum pemilu, pemilih pemula akan lebih siap, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak suaranya,” ujarnya.
Sementara itu, Hamsir Ardiansyah menyampaikan terima kasih atas kehadiran tim KPU Kota Makassar. Ia menilai kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menyiapkan generasi muda yang sadar akan pentingnya demokrasi.
“Kehadiran KPU di sekolah kami menjadi langkah penting dalam memberikan pemahaman kepada siswa bahwa satu suara memiliki arti besar dan dapat menjadi penentu arah masa depan bangsa,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari Jurusan Automotive, khususnya kelas XII, terdapat tiga rombongan belajar dengan total 85 siswa yang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan potensi besar yang perlu dibekali literasi demokrasi agar para siswa menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Dalam pemaparannya, Muhammad Abdi Goncing menekankan pentingnya pemahaman dasar mengenai demokrasi dan kepemiluan bagi generasi muda. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi ini tidak hanya membahas aspek teknis pemilu, tetapi juga membangun kesadaran bernegara yang demokratis.
Materi yang disampaikan mencakup konsep Agen Demokrasi, pengertian pemilu, asas-asas pemilu, serta prinsip-prinsip penyelenggaraan pemilu sebagai fondasi demokrasi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemahaman tersebut penting agar siswa tidak hanya siap menjadi pemilih, tetapi juga memahami peluang untuk berpartisipasi aktif, termasuk sebagai calon pemimpin di masa depan.
“Melalui KPU Mengajar, kami ingin menanamkan pengetahuan awal tentang demokrasi negara, bagaimana menjadi pemilih yang cerdas, serta memahami prinsip dan nilai pemilu yang jujur dan adil,” jelas Abdi Goncing, yang juga dikenal sebagai dosen filsafat di UIN Alauddin Makassar.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi demokrasi di kalangan pelajar serta mendorong lahirnya generasi muda yang sadar politik, berintegritas, dan aktif berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi bangsa.
Penulis .H.Ardiansyah ST
Jumriati







