Makassar, 1 Mei 2026 — Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE), Sekolah Minggu Buddha (SMB) Vihara Sasanadipa Makassar menggelar
kegiatan fangshen atau pelepasan makhluk hidup sebagai bentuk implementasi ajaran cinta kasih dan kepedulian terhadap sesama makhluk.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan GTC Makassar pada Jumat (1/5/2026) ini diikuti sekitar 55 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah
Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Dalam kegiatan tersebut, para peserta melepas sebanyak 350 ekor ikan lele ke perairan sebagai simbol praktik nyata nilai welas asih (mettā) dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana kegiatan berlangsung penuh khidmat namun tetap ceria. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga edukatif dan membangun karakter.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pembimbing Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Sumarjo, yang ikut serta dalam prosesi pelepasan hingga kegiatan berakhir. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda Buddhis melalui kegiatan yang sarat nilai moral dan spiritual.
Dalam keterangannya, Sumarjo menegaskan pentingnya kegiatan seperti fangshen dalam membentuk karakter anak sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya memahami ajaran Buddha secara teori, tetapi juga mengamalkannya secara langsung. Nilai cinta kasih, kepedulian, dan tanggung jawab sosial dapat tumbuh melalui pengalaman nyata seperti ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan generasi muda Buddhis harus dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual agar nilai-nilai Dhamma dapat tertanam kuat dalam kehidupan mereka.
Sementara itu, Ketua SMB Vihara Sasanadipa Makassar menjelaskan bahwa kegiatan fangshen ini merupakan bagian dari metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap ajaran Buddha.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa praktik Dhamma tidak hanya dilakukan di ruang kelas atau vihara, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang peduli, berempati, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Usai kegiatan pelepasan, para peserta melanjutkan rangkaian acara dengan kegiatan outbound edukatif di kawasan Pantai Bosowa. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kerja sama, kedisiplinan, kepemimpinan, serta meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan di kalangan siswa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Semarak Vesakha Sananda 2570 BE Tahun 2026 yang digelar sebagai momentum memperkuat nilai-nilai spiritual, sosial, dan kebangsaan di kalangan umat Buddha, khususnya generasi muda.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat yang dilandasi oleh nilai-nilai cinta kasih, toleransi, dan kepedulian terhadap seluruh makhluk hidup.
Jumriati







