Makassar, 5 Mei 2026 — Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) secara resmi mengeluarkan pernyataan terkait insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor besar di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, yang mengakibatkan seorang anak berusia 10 tahun meninggal dunia.
Dalam siaran pers bernomor 013/HDCI’MKS/V/2026, HDCI menyampaikan klarifikasi guna meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat serta mencegah kesalahpahaman yang dapat merugikan organisasi.
Berdasarkan hasil penelusuran internal dan koordinasi cepat yang dilakukan oleh pengurus, HDCI memastikan bahwa pelaku kecelakaan tersebut bukan anggota resmi Harley-Davidson Club Indonesia.
Ketua Umum HDCI Pusat disebut telah melakukan verifikasi langsung terhadap identitas pelaku, dan hasilnya menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak terdaftar dalam database keanggotaan HDCI, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Dengan demikian, insiden tersebut ditegaskan sebagai tindakan individu yang tidak memiliki hubungan organisatoris dengan HDCI.
Pernyataan Pengurus HDCI Makassar
Sekretaris HDCI Makassar, H. Andi Asruddin, SE., MM, selaku narasumber dalam keterangan ini, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh.
“Kami telah melakukan kroscek mendalam dan memastikan bahwa pelaku sama sekali bukan member kami, baik dari HDCI Makassar maupun rombongan resmi dari pihak kami. Hal ini perlu kami luruskan agar publik mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa HDCI memiliki komitmen kuat terhadap penegakan etika berkendara.
“Seandainya pelaku merupakan bagian dari keluarga besar HDCI, kami pastikan organisasi akan mengambil sikap tegas. Pelaku wajib bertanggung jawab penuh sesuai hukum yang berlaku. Kami tidak mentolerir tindakan yang merugikan masyarakat atau melanggar kode etik berkendara,” tegasnya.
HDCI turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya korban dalam peristiwa tersebut.
“Kehilangan seorang anak adalah duka yang sangat berat. Kami menyampaikan rasa simpati dan doa kepada keluarga korban agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” demikian pernyataan resmi HDCI.
Sebagai organisasi komunitas motor besar, HDCI menegaskan komitmennya untuk terus mengampanyekan keselamatan berkendara (safety riding) dan etika berlalu lintas yang santun.
HDCI juga menyatakan dukungannya kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kecelakaan tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Melalui klarifikasi ini, HDCI berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar dan tidak terpengaruh oleh spekulasi yang belum terverifikasi.
Siaran pers ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam menjaga transparansi informasi serta kepercayaan publik.
(Jumriati)








