Makassar, 9 April 2026 — Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) menggelar kegiatan halalbihalal yang dirangkaikan dengan silaturahmi pengurus dan anggota di The Rinra Hotel Makassar, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus APJII, perusahaan penyedia layanan internet (ISP), serta perwakilan pemerintah daerah. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan sekaligus membangun kolaborasi strategis dalam pengembangan infrastruktur digital, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Perkuat Kolaborasi dan Ekosistem Digital
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Sulawesi Selatan, Andi Faisal, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri telekomunikasi dalam memperluas akses internet di daerah.
Ia mengungkapkan bahwa tantangan pemerataan konektivitas digital di Sulawesi Selatan masih cukup besar. Dengan cakupan wilayah yang terdiri dari 24 kabupaten/kota, 313 kecamatan, 792 kelurahan, dan lebih dari 2.200 desa, masih terdapat sekitar 440 desa yang berada dalam kategori blank spot atau belum terlayani jaringan internet secara memadai.
“Kolaborasi dengan APJII sangat penting untuk mempercepat pembangunan jaringan serta memperkuat ekosistem digital di daerah, termasuk dalam mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan layanan publik berbasis digital,” ujarnya.
APJII Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) APJII Sulampua, Abdul Malik, menjelaskan bahwa kegiatan halalbihalal ini merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya berfungsi sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai forum diskusi strategis antaranggota.
“Forum ini menjadi ruang berbagi informasi terkait perkembangan infrastruktur jaringan, seperti fiber optik, radio link, serta perluasan layanan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemetaan wilayah blank spot menjadi salah satu fokus utama dalam perencanaan pembangunan infrastruktur internet. Dengan dukungan data dari pemerintah daerah, anggota APJII diharapkan dapat lebih tepat sasaran dalam membangun jaringan di daerah yang masih minim akses.
Tantangan Infrastruktur dan Keamanan Siber
Abdul Malik juga menyoroti dua tantangan utama yang dihadapi industri saat ini, yakni keterbatasan infrastruktur dan meningkatnya ancaman keamanan siber.
“Kita menghadapi kondisi darurat infrastruktur dan keamanan data. Ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keberlanjutan layanan digital dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk melakukan pembaruan regulasi di sektor telekomunikasi yang dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.
“Undang-undang telekomunikasi terakhir disahkan pada 1999. Sudah saatnya dilakukan penyesuaian agar mampu menjawab tantangan era digital,” katanya.
Ia juga mengusulkan adanya kepastian kebijakan terkait moratorium penyelenggara jasa internet serta penerapan batas bawah harga layanan guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.
Dorongan Kepatuhan Usaha
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kota Makassar dalam sambutannya mengingatkan seluruh pelaku usaha untuk senantiasa memenuhi kewajiban perizinan dan administrasi usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hal ini dinilai penting untuk menciptakan kepastian hukum sekaligus mendukung iklim investasi yang sehat di sektor telekomunikasi.
Jumlah Anggota Terus Bertambah
Secara nasional, jumlah anggota APJII saat ini mencapai sekitar 1.500 perusahaan. Khusus wilayah Sulampua, tercatat sekitar 80 anggota dan diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai 100 anggota dalam waktu dekat, seiring meningkatnya kebutuhan layanan internet di kawasan timur Indonesia.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan ini, APJII Sulampua berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku industri semakin kuat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur digital. Dengan demikian, masyarakat di kawasan timur Indonesia dapat menikmati layanan internet yang lebih merata, cepat, aman, dan terjangkau.
Kegiatan halalbihalal ini juga menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dalam mendorong Sulawesi Selatan dan wilayah timur Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Penulis jumriati Editor media apinusantara my Id Jumriati








