Home / Uncategorized

Jumat, 31 Januari 2025 - 11:19 WIB

Jumat Penuh Berkah: Pasangan Adalah Rezeki, Pilihan, dan Takdir

Kabiro Kota Makassar

Jumat Penuh Berkah: Pasangan Adalah Rezeki, Pilihan, dan Takdir
Makassar 31 Januari 2025 Di hari Jumat yang penuh berkah, sebuah pesan inspiratif di sampaikan oleh pasangan Owner Hj. Dian Saraswati Di di media sosial. Pesan tersebut menekankan pentingnya mensyukuri pasangan hidup sebagai anugerah yang tak ternilai.

Pesan tersebut berbunyi: “Pasanganmu adalah rezekimu, pilihanmu, dan takdirmu. Jadi jangan memandang atau membanding-bandingkannya dengan yang bukan milikmu. Fokus saja untuk saling memperbaiki dan melengkapi, karena kebahagiaan itu dibangun bersama, bukan sendiri.”

Baca Juga :  Trafo Distribusi untuk Pasokan Listrik yang Stabil dan Efisien

Pesan ini mengajak setiap individu untuk menghargai dan mensyukuri pasangan hidupnya. Ia mengingatkan bahwa membandingkan pasangan dengan orang lain hanya akan menimbulkan ketidakbahagiaan. Kebahagiaan sejati, menurut pesan tersebut, dibangun melalui usaha bersama untuk saling memperbaiki dan melengkapi satu sama lain. Pesan ini cocok untuk mereka yang sedang membangun rumah tangga dan ingin menjaga keharmonisan hubungan.

Baca Juga :  Bodypack Barrow Laptop Backpack: Solusi Praktis dan Gaya untuk Aktivitas Sehari-hari

Kabiro kota Makassar Jumriati

\ Get the latest news /

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Kakanwil Kemenag Sulsel dan Dirbinmas Polda Sulsel Perkuat Sinergi Pembinaan Keagamaan dan Keamanan Sosial Makassar, Senin 20 Oktober 2025 — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi dari Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulsel, KBP Anang Triarsono, S.I.K., M.Si., di Kantor Wilayah Kemenag Sulsel. Pertemuan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat kerja sama antara Kemenag Sulsel dan Polda Sulsel dalam bidang pembinaan keagamaan, deteksi dini potensi kerawanan sosial, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat. Dirbinmas Polda Sulsel hadir bersama jajaran Ditbinmas, yaitu IPDA Hilal, Ahmad, Fachry Imam, Muh. Rafli, dan Abd. Rahmat. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, didampingi Kabid Urais Kanwil Kemenag Sulsel, H. Abdul Gaffar, serta Ketua Tim Kerja Bina Lembaga dan Kerukunan Umat Beragama (KUB), H. Mallingkai Ilyas. Dalam sesi diskusi, Kakanwil H. Ali Yafid menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga kerukunan dan keamanan sosial. Ia menyampaikan bahwa jaringan penyuluh agama Kemenag di seluruh kecamatan dapat menjadi mitra strategis bagi kepolisian dalam memperkuat pembinaan umat di tingkat akar rumput. > “Kami memiliki penyuluh di setiap kecamatan yang aktif melakukan pembinaan masyarakat. Mereka juga berkoordinasi dengan aparat keamanan dalam mendeteksi dan meredam potensi gesekan sosial. Prinsipnya, pembinaan keagamaan dan keamanan sosial harus berjalan seiring,” ujar H. Ali Yafid. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kemenag Sulsel terus berkomitmen memastikan seluruh kegiatan keagamaan di masyarakat berjalan sejalan dengan semangat moderasi beragama, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan. Sementara itu, KBP Anang Triarsono menyampaikan bahwa Polri, melalui Ditbinmas, terus memperkuat pendekatan pemolisian masyarakat (community policing) dengan melibatkan tokoh agama dan penyuluh sebagai mitra pembinaan. > “Kami di kepolisian berfokus pada langkah preventif. Pendekatan humanis dan pembinaan masyarakat menjadi kunci agar potensi gangguan bisa dicegah sebelum berkembang. Karena itu, kami sangat terbuka untuk memperluas kerja sama dengan Kemenag,” jelas Dirbinmas Polda Sulsel. Ia juga menambahkan bahwa Polda Sulsel tengah mengembangkan sistem deteksi dini berbasis kolaborasi lintas sektor, yang memungkinkan aparat di lapangan berkoordinasi langsung dengan tokoh agama, penyuluh, dan perangkat desa dalam mengantisipasi potensi kerawanan sosial. Dalam kesempatan tersebut, Kabid Urais Kemenag Sulsel, H. Abdul Gaffar, menekankan bahwa sinergi dengan aparat kepolisian merupakan bagian penting dari strategi pembinaan keagamaan yang berimbang dan berwawasan kebangsaan. > “Kami memastikan setiap lembaga dan kegiatan keagamaan berjalan sesuai prinsip moderasi beragama. Kemenag bersama Polri terus menjaga agar pembinaan masyarakat berlangsung kondusif dan sejalan dengan nilai-nilai toleransi,” ujarnya. Sementara H. Mallingkai Ilyas, Ketua Tim Kerja KUB Kanwil Kemenag Sulsel, menambahkan bahwa koordinasi juga dilakukan bersama Densus 88, khususnya dalam aspek pencegahan dini dan peningkatan literasi keagamaan masyarakat. > “Kita juga sudah bekerja sama dengan Densus 88 agar masyarakat memiliki pemahaman yang kuat tentang bahaya ideologi kekerasan dan mampu menolaknya sejak awal,” terangnya. Ia menegaskan bahwa peran forum-forum kerukunan umat beragama (FKUB) akan terus diperkuat sebagai wadah dialog lintas iman dan sarana komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Pertemuan ditutup dengan kesepahaman untuk memperkuat koordinasi, berbagi informasi, serta meningkatkan kolaborasi di lapangan antara penyuluh agama, aparat kepolisian, dan tokoh masyarakat dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta kerukunan umat di Sulawesi Selatan. (Kemenag Sulsel / 2025)

Uncategorized

Risiko Digital Fatigue dan Cara Menguranginya

Uncategorized

MLV Teknologi dan Extron: Kemitraan untuk Solusi AV Smart Office

Uncategorized

Produk-Produk KVB: Pilihan Lengkap untuk Trader Indonesia

Uncategorized

Mulai 2026 Kosmetik Impor Wajib Memiliki Sertifikasi Halal di Indonesia

Uncategorized

KAI Daop 8 Surabaya Terima Kunjungan Komisi VII DPR RI Di Stasiun Sidoarjo Bahas Pembangunan Jalur Ganda dan Elektrifikasi

Uncategorized

Halo Robotics Perkenalkan Portable Power Station DJI Power 1000

Uncategorized

ASEAN, Jepang, dan UNDP Gelar Blue Innovation Expo, Pertemukan Investor dan Inovator untuk Percepatan Ekonomi Biru di ASEAN dan Timor Leste
PAGE TOP