Makassar — Lurah Bonto Makkio, Slamet Riady, SE, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Rappocini Tahun 2026 yang digelar pada Senin, 19 Januari 2026 di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menghimpun aspirasi warga serta menyelaraskan program pembangunan antara kelurahan, kecamatan, dan pemerintah kota.
Musrenbang dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Drs. H. Irwan Rusfiady Adnan, M.Si, yang mewakili Wali Kota Makassar. Turut hadir Camat Rappocini Muhammad Aminuddin, S.Sos., M.A.P, Kapolsek Rappocini, Danramil, perwakilan Bappeda, para lurah se-Kecamatan Rappocini, Ketua TP PKK Kecamatan, LPM, Sekcam, perwakilan RT/RW, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.Ketua Panitia Musrenbang Iswan Sutomo.
Aspirasi Utama Warga Rappocini
Dalam sambutannya, Camat Rappocini menegaskan bahwa Musrenbang merupakan mekanisme resmi agar usulan warga tercatat dalam sistem perencanaan daerah. Ia menyampaikan bahwa ratusan usulan telah dihimpun dari 11 kelurahan, masing-masing diwakili lima delegasi.
Beberapa isu prioritas yang mengemuka antara lain:
Peningkatan Jalan Raya Pendidikan dan Drainase
Jalan Raya Pendidikan diharapkan segera ditingkatkan oleh Dinas PU.
Namun, camat menekankan bahwa perbaikan jalan harus dibarengi pembangunan saluran air di sisi selatan agar tidak terjadi banjir berulang, terutama di kawasan Hertasning Baru.
Pembangunan Kantor Kelurahan
Sejumlah kantor kelurahan dinilai belum layak dan belum terealisasi pembangunannya sejak 2023–2025.
Camat berharap DPRD Kota Makassar dapat mengawal realisasi pembangunan ini.Penanganan Banjir dan Drainase Perbatasan Gowa–Makassar
Kecamatan Rappocini mengusulkan peningkatan drainase di wilayah perbatasan yang kerap tergenang.
Usulan juga akan diteruskan ke tingkat provinsi mengingat sebagian ruas merupakan kewenangan jalan provinsi.
Kebutuhan Sekolah SMP di Wilayah Barat Rappocini
Warga menilai wilayah barat Rappocini masih kekurangan SMP negeri.
Kondisi ini membuat siswa harus mendaftar ke kecamatan lain, yang berdampak pada zonasi dan jarak tempuh.Komitmen DPRD Kota Makassar
Anggota DPRD Kota Makassar Dapil I, Fasruddin Rusli (Acil), dalam sambutannya menyampaikan sejumlah komitmen:
Pemkot bersama DPRD telah menyiapkan indikasi anggaran sekitar Rp2,2 miliar untuk pembangunan kantor lurah di beberapa kelurahan prioritas.
Ia mengakui adanya pemotongan transfer pusat sebesar Rp52 miliar, yang berdampak pada ruang fiskal daerah, namun menegaskan bahwa usulan strategis tetap akan diperjuangkan.
Setiap kelurahan berpotensi memperoleh anggaran pengelolaan sampah berbasis masyarakat hingga Rp100 juta, asalkan memiliki manajemen yang seragam dan akuntabel.
Fasruddin juga mendorong percepatan tender dini agar proyek infrastruktur dapat berjalan mulai triwulan II 2026.
Pengelolaan Sampah Berbasis Kelurahan
Musrenbang turut menekankan pentingnya pengelolaan sampah terpadu di setiap kelurahan. Program ini bertujuan:
Mengurangi volume sampah ke TPA,
Memilah sampah organik dan non-organik,
Memberdayakan kelompok masyarakat,
Menciptakan potensi ekonomi dari daur ulang.
Musrenbang Kecamatan Rappocini 2026 diharapkan menjadi landasan perencanaan yang partisipatif, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan nyata warga. Seluruh usulan akan dibahas lebih lanjut di tingkat kota sebelum masuk dalam APBD 2026–2027.
Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar hasil Musrenbang membawa manfaat nyata bagi masyarakat Rappocini.
Reporter: Jumriati
Editor: Media apinusantara my Id
Su

