Makassar, 5 Oktober 2025 – Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Wanita Mandar Sulawesi Barat (KWMSB) secara resmi melantik dan mengukuhkan Badan Pengurus Wilayah (BPW) KWMSB Provinsi Sulawesi Selatan masa bakti 2025–2030. Acara pelantikan yang berlangsung penuh khidmat ini digelar di Kantor Walikota Makassar, Minggu (5/10/2025), dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kalangan pemerintah, akademisi, serta masyarakat Mandar.
Pelantikan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor 05/SK/BPP/KWMSB-X/2025 tentang Pengesahan dan Pelantikan Pengurus Wilayah KWMSB Sulawesi Selatan. Prosesi diawali dengan pembacaan SK, pengucapan sumpah jabatan, serta penegasan komitmen para pengurus untuk menjalankan amanah organisasi.
Ketua Umum BPP KWMSB, dr. Asriati Zain, menekankan pentingnya peran perempuan Mandar sebagai madrasatul ula (sekolah pertama) dalam keluarga. “Jika kejujuran ditanam sejak di rumah, maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berintegritas,” ujarnya. Ia menambahkan, pengukuhan di Sulawesi Selatan ini merupakan yang pertama di tingkat wilayah, dan akan segera disusul di Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, hingga Yogyakarta.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain:
Kepala Badan Kesbangpol Kota Makassar Dr.Ir.Fathur Rahman yang mewakili Walikota Makassar,
Ketua DPP KKM Sulawesi Barat Pusat, Dr. Muhammad Zain, M.Ag.,
Ketua KKM Sulawesi Barat Makassar, Ir. Rahmat Haris,
Ketua terpilih DPW KWMSB Sulsel, Ibu Nurda Laila, SKM., M.Si.,
serta tokoh-tokoh Mandar seperti Prof. Dr. Tasrif Turunan, Dr. Rahmadi, Dr. Hasan, para ulama, akademisi, dan raja-raja Mandar sebagai pembina serta penasehat organisasi.
Perwakilan Walikota Makassar menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kiprah KWMSB dalam memperkuat peran perempuan sekaligus melestarikan budaya Mandar. Pihak Pemkot juga memfasilitasi penggunaan ruang acara sebagai bentuk sinergi pemerintah dan masyarakat.
Kita sebagai orang Mandar memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga nilai kejujuran, keberanian, dan integritas. Nilai inilah yang menjadi penyangga demokrasi Indonesia ke depan,” ungkapnya.
Ketua DPW KWMSB Sulawesi Selatan, Nurda Laila, SKM., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pelantikan ini. Ia menegaskan bahwa KWMSB akan menjadi wadah persatuan, sinergi, serta pelestarian budaya Mandar di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
“KWMSB hadir sebagai media untuk menghimpun seluruh wanita Mandar agar bisa bersinergi, bekerja sama, serta mendukung langkah-langkah pemerintah sekaligus memastikan budaya Mandar tetap lestari. Bahasa Mandar, misalnya, adalah identitas yang harus kita jaga melalui peran para ibu,” tegasnya.
Dengan resmi terbentuknya kepengurusan KWMSB Sulawesi Selatan periode 2025–2030, organisasi ini diharapkan dapat menjadi motor kebangkitan perempuan Mandar dalam pembangunan sosial, budaya, dan kemasyarakatan. Selain mempererat silaturahmi antar anggota, KWMSB juga berkomitmen memperkuat peran perempuan dalam pendidikan, ekonomi, serta pelestarian bahasa dan budaya Mandar di tengah arus globalisasi.
“Semoga komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah kota, masyarakat, dan Kerukunan Wanita Mandar dapat terus terjalin demi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” tutup Ketua Umum BPP KWMSB, dr. Asriati Zain
JUMRIATI KABIRO KOTA MAKASSAR

