Makassar – Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Provinsi Sulawesi Selatan, Sumarjo, S.Ag., M.M., menghadiri kegiatan Perberkahan Akhir Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Perwakilan Makassar, pada Minggu, 8 Februari 2026, bertempat di Hotel Aston Convention Center, Jalan Sultan Hasanuddin No. 10, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh makna ini mengangkat tema “Jangan Lupakan Tekad Awal, Masa Cilegan Bambu”, sebuah refleksi spiritual yang mengajak seluruh hadirin untuk tetap berpegang pada niat awal dalam menebar kebajikan, cinta kasih, dan kepedulian terhadap sesama, meski di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemuka lintas komunitas, di antaranya Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Ketua PERMABUDHI Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Ir. Yongris, M.M. bersama Ny. Yongris, Romo Pandita Muda (Pmy) Hemajayo Thio, Ketua Yayasan Budi Luhur, Owner Losari Beach, serta perwakilan berbagai komunitas dan organisasi Tionghoa di Kota Makassar. Hadir pula para donatur dan relawan Tzu Chi yang selama ini aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
Dalam rangkaian acara, seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa untuk kedamaian dunia, kesejahteraan bangsa, serta keselamatan semua makhluk hidup. Nuansa spiritual terasa kuat, seiring dengan pesan-pesan moral yang menekankan pentingnya ketulusan, keteguhan hati, dan konsistensi dalam berbuat kebajikan.
Pembimas Buddha Sulsel, Sumarjo, S.Ag., M.M., mengapresiasi peran aktif Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang secara konsisten hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia menilai bahwa Tzu Chi telah menjadi teladan dalam praktik nyata ajaran cinta kasih universal, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sendiri menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan visi dan misi kemanusiaan, khususnya dalam bantuan penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta kegiatan bakti sosial yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Semangat cinta kasih dan kepedulian sosial diharapkan terus menyebar luas dan memberikan dampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat di Indonesia.
Kegiatan Perberkahan Akhir Tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan tekad bersama untuk terus menanam kebaikan, sebagaimana filosofi bambu yang tumbuh perlahan namun kuat, kokoh, dan memberi manfaat bagi banyak kehidupan.
Penulis jumriati Editor media apinusantara my Id







