SOSIALISASI RENCANA PEMBANGUNAN PABRIK BIOPLASTIK RUMPUT LAUT OCEVA DISAMBUT ANTUSIAS MASYARAKAT JENEPONTO
Jeneponto, 20 Desember 2025 — Rencana pembangunan pabrik pengolahan rumput laut berbasis bioplastik oleh OCEVA Group mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Sosialisasi yang digelar di Biringkassi, Desa Punagayya, Kecamatan Bangkala, menghadirkan langsung perwakilan perusahaan yang memaparkan visi besar pengembangan industri rumput laut berkelanjutan dari hulu ke hilir.
Dalam kegiatan tersebut, Fahrana Amalia Lubis, pendiri OCEVA Group yang akrab disapa Rara, memperkenalkan rencana investasi jangka panjang perusahaan untuk membangun pabrik pengolahan rumput laut menjadi berbagai produk bernilai tambah, termasuk gel berbasis agar dan karagenan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan, obat-obatan, kosmetik, pupuk, hingga bioplastik ramah lingkungan.
“Indonesia, khususnya Jeneponto, memiliki potensi rumput laut yang luar biasa. Kami hadir untuk bermitra dengan masyarakat dan petani lokal, membangun industri yang menguntungkan sekaligus berkelanjutan,” ujar Fahrana di hadapan para petani rumput laut dan tokoh masyarakat setempat.
Indonesia Dipilih karena Potensi Besar
OCEVA memilih Indonesia sebagai basis pengembangan bisnis karena sejumlah keunggulan strategis, di antaranya pasokan rumput laut yang melimpah—Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia—serta dukungan pemerintah terhadap industri hijau dan ekonomi biru. Selain itu, posisi geografis Indonesia dinilai sangat strategis untuk menjangkau pasar ekspor Asia, Australia, Eropa, dan Amerika Serikat.
Saat ini, lebih dari 20.000 petani rumput laut terlibat dalam rantai pasok nasional, dengan potensi penyerapan tenaga kerja yang jauh lebih besar seiring ekspansi industri. Sulawesi Selatan, termasuk Jeneponto dan Takalar, diproyeksikan menjadi pusat pengembangan awal sebelum direplikasi ke provinsi pesisir lainnya.
Visi, Misi, dan Keunggulan Kompetitif
OCEVA mengusung visi mewujudkan dunia di mana bisnis yang bersih, menguntungkan, dan berkelanjutan mampu menciptakan distribusi kekayaan yang adil dan setara. Misinya adalah membangun perusahaan rumput laut yang terintegrasi secara vertikal—dari pertanian hingga pasar—sebagai model bisnis positif bagi sektor lain.
Keunggulan OCEVA antara lain penerapan energi bersih di pabrik, pertanian regeneratif, inovasi teknologi, keamanan pangan, serta dukungan kebijakan berupa insentif dan libur pajak. Perusahaan juga menjalin kolaborasi dengan pakar global dan industri rumput laut Eropa, serta tengah memproses surat ketertarikan pembelian (Letter of Interest) untuk pelet bioplastik dari pasar internasional.
Peluang Pasar dan Investasi
Permintaan global terhadap plastik biodegradable terus meningkat, didorong oleh larangan plastik sekali pakai di Uni Eropa dan Amerika Serikat. Pasar potensial bioplastik diperkirakan mencapai US$33 miliar, dengan peluang besar pada sektor pengemasan makanan, peralatan makan sekali pakai, dan industri medis.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, OCEVA menargetkan investasi sebesar US$150 juta dalam 10 tahun, yang akan dialokasikan untuk penguatan rantai pasok, pembangunan pabrik produksi di Sulawesi Selatan, fasilitas R&D, pengembangan energi terbarukan, hingga ekspansi nasional dan global.
Dampak Sosial dan Lingkungan
Masyarakat Jeneponto menyambut positif rencana ini karena dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ekonomi lokal. OCEVA menegaskan komitmennya untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan mendorong terciptanya ekonomi biru melingkar yang ramah lingkungan.
Dengan Makassar sebagai landasan peluncuran dan Jeneponto sebagai salah satu titik pengembangan strategis, OCEVA optimistis Indonesia dapat menjadi pelopor bioplastik berbasis rumput laut di kawasan Asia dan dunia, sekaligus berkontribusi nyata dalam mengatasi polusi plastik global.
Penulis JUMRIATI Editor Media Apinusantara my Id


