Makassar — Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh umat Buddha di Kota Makassar melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Yayasan dan Vihara Girinaga. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE.
Program tersebut resmi dimulai pada Minggu, 12 April 2026, dengan menyalurkan sebanyak 567 paket makanan bergizi kepada masyarakat di sekitar vihara serta beberapa titik di Kota Makassar. Kegiatan ini merupakan tahap awal dari target pembagian 2.570 paket makanan hingga menjelang Hari Raya Waisak.
Tidak hanya sekadar aksi berbagi, kegiatan ini juga mencerminkan nilai luhur ajaran Buddha, khususnya praktik dana atau kemurahan hati, serta cinta kasih kepada sesama. Melalui program ini, umat Buddha diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan asupan gizi masyarakat.
Ketua Vihara Girinaga Makassar, Roy, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut lahir dari semangat kebersamaan umat Buddha untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat luas.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Kami ingin menghadirkan manfaat nyata, sekaligus mengajak umat untuk terus menumbuhkan rasa empati dan semangat berbagi,” ujarnya.
Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Pembimas Buddha Sulawesi Selatan, Sumarjo. Ia menilai program MBG sejalan dengan arah kebijakan pembinaan umat Buddha, khususnya dalam mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial.
Program ini sangat relevan dengan semangat Vesakha Sananda 2570 BE sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Buddha Nomor 106 Tahun 2026. Ini menjadi contoh konkret bahwa praktik keagamaan juga diwujudkan dalam aksi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Program MBG yang diinisiasi umat Buddha ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan dapat diterjemahkan dalam aksi nyata yang membawa manfaat luas bagi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan warga, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial lintas komunitas di Kota Makassar.
Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut tidak hanya pada momentum Waisak, tetapi juga dalam berbagai kesempatan lainnya, sehingga mampu menginspirasi berbagai pihak untuk bersama-sama membangun masyarakat yang lebih peduli, sehat, dan sejahtera.
Jumriati







