Makassar, 21 April 2026 Apinusantara my Id— Kerukunan Masyarakat Sinjai (KMS) menggelar kegiatan halalbihalal bertema “Merajut Silaturahmi, Merawat Persaudaraan” di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang Makassar, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang temu lintas generasi warga Sinjai yang berdomisili di Makassar sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat perantauan dengan Pemerintah Kabupaten Sinjai.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif, M.Si., perwakilan Wali Kota Makassar Irwan R. Adnan, Ketua Umum DPP KMS Dr. Syahrir Cakkari, S.H., M.H., Ketua Dewan Pembina H. Badris Salam, S.E., Ketua Dewan Penasehat Dr. Moh. Roem, S.H., M.H., Ketua Dewan Pakar Prof. Dr. H. Aris Munandar, M.Pd., Putra mahkota dan Permaisuri Kerajaan Gowa. Turut hadir pula Padli Padi Artis ibukota dan tokoh-tokoh masyarakat dan keluarga besar warga Sinjai di Makassar.
Ketua Umum DPP KMS, Dr. Syahrir Cakkari, dalam sambutannya menegaskan bahwa halalbihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus memperkuat solidaritas warga Sinjai di perantauan.
“Alhamdulillah malam ini kita dipertemukan dalam suasana penuh kebahagiaan. Ini adalah ruang untuk merajut kembali silaturahmi lintas generasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, KMS ke depan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga harus mampu menghadirkan program nyata, khususnya dalam bidang sosial dan keagamaan. Salah satunya melalui pengiriman dai ke pelosok Kabupaten Sinjai guna memberikan pendidikan dan pencerahan keagamaan
.Dalam kesempatan tersebut, Syahrir juga mengumumkan perubahan nama organisasi dari Himpunan Masyarakat Sinjai (HIMAS) menjadi Kerukunan Masyarakat Sinjai (KMS). Perubahan ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan legalitas organisasi di Kementerian Hukum dan HAM.“Alhamdulillah, saat ini KMS telah resmi berbadan hukum,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DPP KMS, H. Badris Salam, mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga nilai-nilai persatuan yang menjadi akar budaya masyarakat Sinjai.
Menurutnya, nama “Sinjai” yang berasal dari kata “Binjai” memiliki makna persatuan yang harus terus dijaga dan diwariskan.
“Kita harus saling menghargai, saling mendukung, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jika satu di antara kita sukses, maka itu adalah keberhasilan kita bersama,” tuturnya.
Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran masyarakat Sinjai di perantauan dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyebut, warga Sinjai di Makassar tersebar hampir di seluruh wilayah kota dan menjadi bagian penting dalam dinamika pembangunan.
“Kerukunan masyarakat Sinjai di Makassar hari ini menunjukkan partisipasinya sebagai bagian dari warga Kota Makassar,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberagaman latar belakang warga Sinjai yang telah berbaur dengan berbagai daerah seperti Takalar, Bulukumba, Jeneponto, hingga Maros. Menurutnya, hal tersebut justru memperkuat ikatan persaudaraan.
“Walaupun telah berbaur, identitas Sinjai tetap menjadi perekat. Makassar menjadi ruang yang mempersatukan,” katanya.
Ratnawati mengungkapkan, capaian pembangunan Kabupaten Sinjai saat ini menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia berada di kisaran angka 6, yang menurutnya merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Keberhasilan ini bukan hanya kerja bupati, tetapi hasil kolaborasi seluruh masyarakat,” jelasnya.
Ia juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang tengah berjalan, seperti program kampung nelayan, sekolah rakyat, serta pembangunan infrastruktur jalan yang didukung pemerintah pusat.
“Kini konektivitas wilayah semakin baik. Sinjai tidak lagi bergantung pada satu jalur utama, tetapi telah terhubung dengan Bone, Bulukumba, hingga Bantaeng, bahkan memiliki jalan nasional baru,” tambahnya.
Kegiatan halalbihalal ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain diisi dengan sambutan dan tausiah, acara juga dimeriahkan oleh hiburan yang menambah keakraban antar peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan solidaritas dan kebersamaan warga Sinjai semakin kuat, baik di perantauan maupun di kampung halaman, serta mampu berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah ke depan.
Penulis Jumriati Editor media apinusantara my Id








