Takalar – Suasana khidmat ibadah salat Jumat di Masjid Jami’ Nurul Aman, Kelurahan Sombalabella, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Jumat siang, 24 April 2025, tak hanya diisi dengan lantunan doa.
Disela agenda keagamaan itu, aparat kepolisian memanfaatkan momentum untuk merajut komunikasi langsung dengan warga melalui program “Safari Jumat” yang dirangkaikan dengan “Jumat Curhat”.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Takalar, AKP H. Sarro, didampingi Kapolsek Pattallassang AKP Andi Ardiansyah, bersama jajaran Binmas dan personel kepolisian setempat.
Hadir pula Lurah Sombalabella Muh. Ali, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta unsur TNI-Polri di wilayah tersebut.
Dalam suasana yang cair namun tetap tertib, Kapolsek Pattallassang membuka pertemuan dengan memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas terjaganya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang relatif kondusif, baik di lingkungan Sombalabella maupun secara umum di wilayah Kabupaten Takalar.
Namun demikian, sejumlah potensi gangguan keamanan turut disoroti. Kapolsek mengingatkan warga, khususnya kalangan orang tua dan pemuda, untuk mewaspadai maraknya kenakalan remaja, seperti perkelahian kelompok yang kerap melibatkan senjata tajam jenis busur.
Ia juga menyinggung bahaya penyalahgunaan narkotika, praktik judi online, serta pentingnya disiplin berlalu lintas.
Tak kalah penting, imbauan juga diarahkan pada fenomena balap liar yang dinilai meresahkan.
“Kami harap peran aktif masyarakat untuk saling mengingatkan, terutama kepada anak-anak muda agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum dan membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Binmas AKP H. Sarro membuka ruang dialog dengan masyarakat. Forum “Jumat Curhat” dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada aparat.
Salah satu keluhan yang mencuat adalah aktivitas anak muda yang kerap berkumpul hingga larut malam di sejumlah warung, yang dinilai berpotensi memicu gangguan kamtibmas.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian menyatakan akan meningkatkan intensitas patroli, khususnya pada titik-titik yang dianggap rawan serta pada jam-jam tertentu.
Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Menurut AKP H. Sarro, kegiatan Safari Jumat bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya membangun kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat, mendengar langsung keluhan warga, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara humanis,” katanya.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, pendekatan dialogis semacam ini menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga stabilitas keamanan berbasis partisipasi masyarakat.
Asw-19







