Makassar, 25 April 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Agama UIN Alauddin Makassar melaksanakan kunjungan ke Vihara Ibu Agung Bahari sebagai bagian dari program kerja non-akademik yang berfokus pada penguatan toleransi dan keberagaman antarumat beragama.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Umum HMPS, Muhammad Khaerul Anam, didampingi Sekretaris Umum Muhammad Zafran Dzaky beserta jajaran pengurus. Rombongan mahasiswa disambut langsung oleh pengurus vihara, Romo PMY Hemajayo Thio.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa melakukan dialog dan tanya jawab kepada Romo vihara Ibu Agung Bahari
Dalam wawancara singkat dengan pihak Perwakilan mahasiswa, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif murni dari organisasi mahasiswa tanpa arahan khusus dari dosen.
Tujuan utama kami berkunjung adalah untuk menjaring dan mengenal lebih dekat komunitas keagamaan yang ada, sekaligus mempererat toleransi dan keberagaman. Ini juga sebagai upaya menambah wawasan dari apa yang kami pelajari di bangku kuliah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan kunjungan rumah ibadah ini menjadi wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai realitas keberagaman di Indonesia. Menurutnya, pemahaman terhadap agama tidak hanya sebatas mayoritas, tetapi juga penting untuk mengenal kelompok minoritas.
“Kami berharap kegiatan ini bisa membuka wawasan mahasiswa bahwa keberagaman adalah kekuatan. Selain itu, kami juga mendengar langsung beberapa kendala yang dihadapi pihak vihara, salah satunya minimnya keterlibatan generasi muda,” lanjutnya.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa berharap dapat menjadi jembatan komunikasi antar komunitas keagamaan, sekaligus mendorong partisipasi generasi muda untuk lebih aktif dalam kegiatan lintas agama.
Kegiatan yang diikuti sekitar 38 peserta ini bersifat terbuka untuk umum, tidak hanya berasal dari satu jurusan, tetapi juga melibatkan berbagai latar belakang komunitas dan kampus.
Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu meminimalisir potensi konflik sosial berbasis agama, termasuk isu radikalisme dan intoleransi, dengan membangun dialog serta saling pengertian antarumat beragama.
Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan dalam bingkai keberagaman di Indonesia.
Penulis Jumriati Editor media apinusantara my Id








