Home / daerah / Nasional / Pemerintahan / Politik

Kamis, 23 April 2026 - 18:26 WIB

Kunker Komisi IV DPR RI Tinjau Stok Beras di Gudang Bulog Panaikang, Pastikan Ketahanan Pangan Sulsel Terjaga

Kabiro Kota Makassar

Makassar, 23 April 2026 – Komisi IV DPR RI melaksanakan kunjungan kerja reses ke Gudang Bulog Panaikang, Kota Makassar, Rabu (23/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung ketersediaan stok beras nasional, memantau operasional mesin rice to rice, serta memastikan ketahanan pangan dan kualitas beras premium di Sulawesi Selatan tetap terjaga.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto dari Fraksi Partai Golkar. Turut hadir sejumlah anggota Komisi IV lainnya, yakni Firman Soebagyo, Azis, Irham Jafar Lan Putra, Sulaiman L. Hamzah, Robert J. Kardinal, dan Hasan Saleh.

Rombongan disambut oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Drs H Jufri Rahman yang mewakili Gubernur Sulsel, serta Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham. Hadir pula perwakilan dari berbagai instansi, termasuk Perum Bulog, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Badan Pangan Nasional, Badan Karantina Indonesia, PT Pupuk Indonesia, serta PT Sang Hyang Seri.
Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Direktur Pemasaran Perum Bulog, Febby Novita, melaporkan bahwa posisi.

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 23 April 2026 pukul 08.00 WIB mencapai 5.198.000 ton. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Bulog.

Menurut  Direktur pemasaran perum Bulog Febby Novita peningkatan stok tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga TNI. Ia juga menyebutkan bahwa Bulog tengah menjalankan penugasan pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 untuk pengadaan 4 juta ton setara beras, yang saat ini realisasinya telah mencapai sekitar separuh target. Sulsel Jadi Penopang Kawasan Timur
Sekda Sulsel, Jufri Rahman, menegaskan bahwa Sulawesi Selatan merupakan salah satu lumbung pangan utama nasional di luar Pulau Jawa. Ia menyebutkan cadangan beras di Sulsel saat ini mencapai sekitar 1,3 juta ton, dengan 850 ribu ton tersimpan di Gudang Panaikang.

Baca Juga :  Kemenko Polkam Dorong Literasi Digital sebagai Benteng Hadapi Judi Daring

“Sulsel menyuplai kebutuhan beras ke 18 provinsi, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Kami berharap dukungan dari DPR RI terus berlanjut agar produktivitas dan kualitas beras semakin meningkat,” ujarnya.

Paradoks Stok Melimpah dan Harga Beras
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, menyoroti fenomena paradoks di tingkat nasional, di mana stok beras melimpah namun harga di sejumlah daerah masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia meminta agar Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional melakukan perhitungan ulang terkait stok aman yang dapat menekan harga tanpa merugikan petani.

Meski demikian, kondisi di Sulsel relatif stabil. Febby Novita menjelaskan bahwa Sulsel termasuk dalam Zona 1 dengan harga beras medium di bawah HET, yakni sekitar Rp12.500/kg dari batas HET Rp13.100/kg. Stabilitas ini didukung oleh tingginya produksi, jumlah penggilingan, serta distribusi yang lancar.

Program Intervensi dan Penyaluran
Bulog juga aktif melakukan intervensi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Tahun ini, penyaluran SPHP ditargetkan mencapai 828 ribu ton, serta bantuan pangan untuk 33 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama dua bulan alokasi.Selain beras, Bulog juga mengelola stok jagung sekitar 200 ribu ton serta mendapat penugasan distribusi minyak goreng dengan margin 5 persen untuk menjaga stabilitas harga.

Sorotan Anggaran Gudang dan Regulasi
Dalam kunjungan tersebut, Panggah Susanto turut menyoroti program pembangunan gudang Bulog senilai Rp5 triliun yang hanya mencakup konstruksi tanpa pengadaan lahan.

Baca Juga :  PETI Capkala Bengkayang: Pemilik Lokasi Terbuka Akui Gunakan Alat Berat

Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang karena berpotensi meningkatkan biaya logistik jika lokasi gudang tidak strategis. Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan untuk mencegah potensi penyimpangan.

Komisi IV DPR RI juga mendorong pembentukan undang-undang pangan yang baru, menggantikan regulasi lama. Menurut Panggah, terdapat 33 poin krusial yang perlu diperbarui, termasuk penguatan peran pemerintah daerah, diversifikasi pangan, dan penguatan kelembagaan Bulog.

Antisipasi El Nino dan Penguatan Produksi
Komisi IV turut mengingatkan potensi ancaman fenomena El Nino pada 2026 yang dapat berdampak pada penurunan produksi akibat kekeringan dan kebakaran lahan.

Sebagai langkah antisipasi, DPR RI mendorong peningkatan produksi dalam negeri melalui penggunaan pupuk yang tepat dan efisien, serta optimalisasi distribusi dari daerah sentra produksi seperti Sulsel ke wilayah lain di Indonesia.

Komitmen Menjaga Stabilitas Pangan
Dalam pernyataannya, Panggah Susanto menegaskan bahwa capaian stok 5,19 juta ton merupakan prestasi besar, namun tantangan ke depan adalah memastikan stok tersebut benar-benar berdampak pada stabilisasi harga.

Sementara itu Direktur pemasaran perum Bulog Febby Novita menegaskan komitmen Bulog dalam menjalankan seluruh penugasan pemerintah, menjaga keseimbangan antara perlindungan petani melalui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyatakan kesiapan untuk terus menjadi penopang pangan nasional, khususnya bagi wilayah Indonesia Timur, dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat.

Jumriati

\ Get the latest news /

Share :

Baca Juga

daerah

Pembimas Buddha Sulsel  Sumarjo S Ag MM Hadiri,HUT ke-37 Vihara Avalokitesvara, Tegaskan Penguatan Nilai Welas Asih

daerah

Kapolres Melawi Pimpin Konferensi Pers, Ajak Media Jaga Kamtibmas yang Kondusif

Nasional

H. Akhamd Jajuli  Sudah Kembalikan formulir Pendaftaran 

daerah

Polresta Pontianak Gelar Operasi Pekat Kapuas 2024 untuk mencegah Kejahatan di Kota Pontianak

Nasional

Wiwik Putriana Resmikan Dua Organisasi dan Launching Media API Nusantara Raya di Hari Milad Ke-50

daerah

Pengamat :Menegaskan Agar LP Lebih Baik Lagi Memberikan Pembinaan Kepada Warga Binaannya

daerah

Owner Losari Beach Ir. Arwan Tjahjadi Hadiri Perberkahan Akhir Tahun 2025 Yayasan Buddha Indonesia di Makassar

Nasional

DPW Partai NasDem Sulsel Tegaskan Sikap, Tolak Framing Menyesatkan dan Desak Klarifikasi Media
PAGE TOP