Gowa, Sulawesi Selatan — Beredarnya sebuah video viral yang memperlihatkan dugaan aksi pencurian kosmetik oleh seorang perempuan di salah satu toko di Kabupaten Gowa menuai perhatian publik. Dalam video tersebut, wajah terduga pelaku terlihat jelas dan narasi yang beredar menyebutkan bahwa perempuan tersebut merupakan siswi dari salah satu sekolah menengah atas, yakni SMA 10.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LPK bergerak cepat melakukan penelusuran dan klarifikasi guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Dalam pertemuan yang dilakukan dengan pihak sekolah, Wakil Kepala Sekolah menyampaikan bahwa pihaknya telah mengetahui adanya video viral tersebut. Namun demikian, hingga saat ini pihak sekolah belum dapat memastikan apakah perempuan dalam video tersebut benar-benar merupakan siswi mereka.
“Kami sudah mengetahui video yang beredar, tetapi kami belum berani memastikan identitas pelaku apakah benar merupakan siswa di sekolah kami. Kami masih membutuhkan penelusuran lebih lanjut,” ujar Wakil Kepala Sekolah saat ditemui.
Sementara itu, pihak LSM LPK mendesak agar dalam beberapa hari ke depan dapat dilakukan penelusuran yang lebih mendalam guna mengungkap identitas sebenarnya dari perempuan dalam video tersebut. Hal ini dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat merugikan institusi pendidikan.
“Kami tidak ingin nama sekolah terseret dalam kasus ini tanpa kepastian yang jelas. Jika tidak segera diklarifikasi, hal ini dapat mencoreng dunia pendidikan dan menimbulkan persepsi bahwa sekolah lalai dalam melakukan pembinaan terhadap siswanya,” tegas perwakilan LSM LPK.
LSM LPK juga mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa adanya verifikasi yang jelas, serta menghindari penyebaran konten yang dapat merugikan pihak tertentu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait identitas pelaku maupun perkembangan lebih lanjut dari kasus dugaan pencurian tersebut. Penelusuran dan klarifikasi masih terus dilakukan guna memastikan fakta yang sebenarnya.
Jumriati







