Makassar, 22 April 2026 — PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Regional 4 menggelar kegiatan media gathering dalam rangka edukasi penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Indonesia Timur. Kegiatan ini berlangsung di Virtu Resto & Cafe, kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, bersama sejumlah pejabat lainnya, antara lain Heru Sofyan dan Firmansyah Sukodim. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikanpemahaman kepada media terkait tata kelola distribusi pupuk bersubsidi serta memastikan transparansi penyaluran kepada masyarakat, khususnya petani.
Dalam pemaparannya, Wisnu Ramadhani mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Indonesia Timur hingga 20 April 2026 telah mencapai 357.227 ton. Angka ini setara dengan sekitar 21 persen dari total alokasi tahun 2026 yang mencapai 1.689.794 ton.
“Penyaluran pupuk bersubsidi di Indonesia Timur terus menunjukkan tren positif. Kami optimistis target penyaluran hingga akhir tahun dapat mencapai 80 hingga 85 persen dari total alokasi,” ujar Wisnu.
Ia juga menjelaskan bahwa alokasi pupuk di wilayah Indonesia Timur mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2024, alokasi tercatat sebesar 1.426.576 ton, meningkat menjadi 1.456.213 ton pada 2025, dan kembali naik menjadi 1.689.794 ton pada 2026. Sementara itu, realisasi penyaluran juga mengalami kenaikan, dari 1.049.978 ton pada 2024 menjadi 1.099.292 ton pada 2025.
Dari sisi ketersediaan, Wisnu memastikan bahwa stok pupuk bersubsidi di wilayah Regional 4 berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan petani dalam beberapa minggu ke depan.
Stok pupuk subsidi saat ini dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan selama 4 hingga 5 minggu ke depan,” jelasnya.
Secara rinci, stok pupuk urea tercatat sebesar 46.173 ton, lebih tinggi dibandingkan safety stock sebesar 42.300 ton. Pupuk NPK Phonska mencapai 49.621 ton dengan safety stock 41.324 ton, serta NPK Kakao sebesar 6.017 ton dengan safety stock 4.192 ton.
Selain itu, stok pupuk organik tercatat sebesar 5.599 ton dengan safety stock 5.057 ton. Untuk pupuk ZA, stok mencapai 308 ton dengan safety stock 10 ton, sementara pupuk SP-36 tercatat sebesar 1.904 ton dengan safety stock 1.038 ton.
Sulawesi Selatan disebut sebagai wilayah dengan stok pupuk terbesar di Regional 4. Hal ini didukung oleh jaringan gudang dan sistem distribusi yang kuat hingga ke tingkat lini III, sehingga memperlancar proses penyaluran pupuk kepada petani.
Melalui kegiatan media gathering ini, PT Pupuk Indonesia (Persero) berharap dapat meningkatkan pemahaman publik mengenai mekanisme distribusi pupuk bersubsidi sekaligus memperkuat sinergi dengan media dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
(Jumriati)








