Makassar, 6 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), SMK Negeri 2 Makassar menggelar berbagai kegiatan yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesiapan kerja siswa. Salah satu kegiatan utama adalah pelatihan kerja sama dengan PV Sindo Cabang Makassar yang berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis.
Kepala SMKN 2 Makassar, Mansyur, S.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang dengan komposisi dua hari teori dan dua hari praktik. Program ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan teknis sekaligus membentuk karakter kerja yang siap bersaing di dunia industri.
“Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya kami menyiapkan lulusan yang siap kerja. Tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga semangat, motivasi, dan karakter kerja menjadi penilaian penting,” ujar Mansyur, Rabu (6/5/2026).
Ia mengungkapkan, sebanyak 50 siswa saat ini mengikuti pelatihan tersebut. Dari jumlah tersebut, pihak perusahaan nantinya akan menilai dan merekrut siswa yang dinilai memenuhi kriteria untuk langsung bekerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Program pelatihan ini didominasi oleh siswa dari jurusan Teknik Konstruksi dan Properti (TKP) serta Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB). Kedua jurusan ini dinilai memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan industri, khususnya di bidang konstruksi, arsitektur, dan desain interior.
Selain pelatihan, SMKN 2 Makassar juga memberikan perhatian pada layanan pendidikan yang inklusif. Mansyur menyebutkan bahwa pihak sekolah membantu sejumlah orang tua yang mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran online. Guru-guru turut mendampingi langsung agar proses pendaftaran dapat berjalan lancar.
“Masih ada orang tua yang belum familiar dengan sistem pendaftaran online. Kami membuka layanan bantuan di sekolah agar semua calon peserta didik tetap mendapatkan kesempatan,” jelasnya.
Tahun ajaran ini, SMKN 2 Makassar membuka 17 kelas dengan total daya tampung sekitar 612 siswa. Dalam proses penerimaan peserta didik baru, terdapat beberapa jalur seleksi, termasuk jalur zonasi, prestasi, dan afirmasi, dengan sistem pembobotan tertentu sesuai kebijakan pemerintah.
Mansyur menegaskan bahwa sistem zonasi memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk mengakses pendidikan di wilayah tempat tinggalnya, tanpa mengesampingkan jalur lainnya.
Dalam momentum Hardiknas yang mengusung tema “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Mansyur juga menyampaikan harapannya kepada siswa dan orang tua.
Pendidikan sebaiknya dimulai dari rumah. Orang tua adalah guru pertama, dan rumah adalah sekolah pertama bagi anak. Kami di sekolah melanjutkan proses itu dengan membentuk kompetensi dan karakter,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa SMK memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja muda yang siap pakai, sehingga lulusan dapat lebih cepat terserap di dunia kerja dibandingkan jalur pendidikan lain.
Melalui kerja sama dengan dunia industri seperti PV Sindo, SMKN 2 Makassar berharap dapat terus memperluas jaringan kemitraan agar semakin banyak lulusan yang memiliki peluang kerja setelah menyelesaikan pendidikan
“Harapannya, ke depan semakin banyak mitra industri yang bekerja sama dengan kami, sehingga lulusan SMK benar-benar siap kerja dan terserap di dunia usaha maupun dunia industri,” tutup Mansyur.
Penulis Jumriati, Editor media apinusantara my Id.








