Parepare, 6 April 2026 — Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri peringatan Hari Suci Bodhisattva Dewi Kwan Se Im Phu Sat yang dilaksanakan di Vihara Kasih Maitreya, Kota Parepare. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh tokoh umat Buddha, pengurus vihara, serta umat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Pembimas Buddha Sulawesi Selatan tidak hanya mengikuti rangkaian ibadah, tetapi juga melaksanakan sosialisasi Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Nomor 106 Tahun 2026 tentang Vesakha Sananda 2570 BE.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempersiapkan umat Buddha menyambut Hari Tri Suci Waisak 2570 BE, yang tahun ini mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”. Tema tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam memperkuat nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembimas Buddha Sulsel menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Vesakha Sananda 2570 BE akan berlangsung sepanjang 1 hingga 31 Mei 2026, dengan melibatkan partisipasi aktif umat Buddha di seluruh Indonesia.
Adapun berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi:
Pujabakti bersama sebagai bentuk peningkatan spiritualitas umat
Donor darah sebagai wujud kepedulian kemanusiaan
Pengobatan gratis bagi masyarakat
Bakti sosial di Taman Makam Pahlawan (TMP) sebagai penghormatan kepada para pahlawan
Selain itu, umat Buddha juga akan mengikuti kegiatan Hening Nusantara, yakni momen refleksi spiritual yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai simbol persatuan dan kedamaian batin.
Tidak hanya fokus pada aspek keagamaan dan sosial, Pembimas juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan eco enzyme, yang bertujuan mendorong umat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan umat Buddha dapat memahami secara menyeluruh makna dan rangkaiankegiatan Vesakha Sananda 2570 BE, serta berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
Lebih dari itu, perayaan Waisak diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan sinergi antara pemerintah dan umat Buddha dalam menjaga kerukunan, memperkuat nilai spiritual, dan membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis di Sulawesi Selatan.
Jumriati







